Oleh: nemu | 29 April, 2007

5. Bi-Kondisional

Perakit bi-kondisional : Dalam proposisi kondisional, proposisi \phi mengandung implikasi proposisi \psi dan ditulis \ulcorner(\phi\supset\psi)\urcorner\quad . Hubungan implikasi itu ada yang begitu rupa, sehingga tidak hanya \phi mengandung implikasi \psi, akan tetapi sebaliknya juga \psi mengandung implikasi \phi : \ulcorner(\psi\supset\phi)\urcorner\quad.  Jadi \ulcorner(\phi\supset\psi)\vee(\psi\supset\phi)\urcorner\quad . Hubungan implikasi timbalbalik semacam itu disebut bi-implikasi atau bi-kondisional, ditulis dengan lambang \ulcorner(\phi\equiv\psi)\urcorner\quad. Disini \phi dan \psi adalah senilai atau ekuivalen. Dalam bahasa hubungan bi-implikasi atau ekulvalensi biasanya tidak ditegaskan dan hanya nampak dalarn konteks. ( Sukadijo, 1983, p71) Tabel kebenaran bi-kondisional :

\phi \psi \phi\equiv\psi
  B   B     B
  S   B     S
  B   S     S
  S   S     B

Menurut W.v.O Quine perakit definisi bi-kondisonal adalah sebagai berikut :

D5. \ulcorner(\phi\equiv\psi)\urcorner\quad untuk \quad\ulcorner((\phi\supset\psi)\cdot(\psi\supset\phi))\urcorner

Ambillah \phi : Orang-orang tidak membuang limbah ke sungai ; dan \psi : ikan-ikan menari.

Jadi definisi D5 . menjadi ” Jika dan hanya jika orang-orang tidak membuang limbah ke sungai maka ikan-ikan menari , untuk jika  orang-orang tidak membuang limbah ke sungai maka ikan-ikan menari dan jika ikan-ikan menari maka orang-orang tidak membuang limbah ke sungai ” .

Bisa saja dengan definisi ini kita berkhayal hal hal yang lain , tidak ada batas dalam imajinasi.


Tanggapan

  1. \clubsuit\diamondsuit\heartsuit\spadesuit


Beri tanggapan

Your response:

Kategori