Khayalan tentang Ahmadiyah dan Teori Pendulum
30 April, 2008 oleh nemu
Tentang Daeng Limpo dengan tulisan bertajuk “Saya Nabi Ahmadiyah Setelah Mirza Ghulam Ahmad“, nyaris bikin geger Tapi bagaimana halnya dengan UUD’45 yang membolehkan semua warga negara Indonesia memeluk agamanya masing-masing ya . Disini seorang pemimpin pasti hatinya gundah gulana , maju kena mundur pun kena, samping kiri kena dan samping kananpun kena. Dalam hal seperti ini terus ingat Pak Ali Murtopo jaman dahulu dengan teorinya Pendulum. Pendulum berayun ayun kekiri dan kekanan semakin cepat apabila mendekati pusatnya, dengan ayunan semakin cepat. Dengan ini khayalan mulai muncul …… Apakah nanti ada dua kelompok maju bersama-sama .. demo bersama-sama dengan jarak yang semakin mengecil ?? yah semuanya masih misteri , sampai ada buktinya nanti. Namun menurut khayalan logika kalau harus pilih A atau B , maka plih ATAU khayaknya selalu benar ……


saya menangkap tulisan daeng limpo hanyalah sebuah satire terhadap para pembela Ahmadiyah dengan dalih HAm dan kebebasan berpendapat.
padahal, sejatinya kebebasan berpendapat juga harus menghormati pendapat orang lain.
saya juga heran, kenapa para pembela HAM hanya membela kalangan yang punya duit dan punya jaringan yang luas (Ahmadiyah misalnya), dengan dalih kebebasan berpendapat, dan karena telah di dzalimi, tetapi ketika ada Mozadeq, membuat suatu pendapat yang juga sama dengan Ahmadiyah (meyakini ada nabi baru), kenapa orang orang ini (para pembela HAM) tak muncul batang hidungnya???…
orang orang yang aneh
salam
masdhenk.wordpress.com