Alam ciptaan adalah buku
18 Mei, 2008 oleh nemu
Pertanyaannya : “Apakah kekaguman dan pemujaan kepada Sang Pencipta melalui alam cipataanNya ini bisa dan/atau harus digantikan dengan kekaguman dan pemujaan terhadap pengarang dan penerbit sebuah buku canggih ?. Apakah tidak perlu dikembangkan membaca buku langsung dari alam ciptaan dan menuliskannya menjadi buku yang unik (produktif)?. ” Dengan kurangnya praktikum di laboratorium buatan dan atau laboratorium alam terjadilah kultus individu terhadap pengarang , penerbit buku atau lembaga yang meresmikan buku ajar. Kita dicekoki buku buku yang semakin muluk dengan persaingan yang semakin ketat. Juara olimpiade sains, juara cerdas cermat, dan juara juara lain semakin membuat elitisme. Apakah manusia (pengajar) dan buku ajar bisa menyampaikan seluruh kehendak Sang Pencipta melalui bahan ajar tanpa mengkorupsi kehendak Sang Pencipta itu sendiri. Bayangkan mengkorupsi Uang Rakyat saja sekarang sudah sengsara bahkan ini mengkorupsi kehendak Sang Pencipta melalui buku ciptaan manusia? Apalagi dua duanya … ampuun deh …
Menurut saya, justru buku saat ini diharapkan dapat membantu kita untuk kembali lagi menatap alam (yang sudah tidak seimbang lagi)
Alam dengan segala keseimbangannya adalah hakekat keserasian hidup. Tempat manusia belajar seperti apa hakekat dirinya di semesta ini.