Langka akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida (2)
18 Mei, 2008 oleh nemu
Melanjutkan artikel langka akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida , selanjutnya pupuk kimia yang dipakai disawah terlarut dalam air irigasi dan sisanya yang masih banyak berakumulasi dibuang disaluran pembuang yang makin lama makin besar. Lha ,, pupuk sisa ini kemudian dimanfaatkan ganggang dan gulma yang ada di air kali. Katakan ganggang hijau beranak pinak merebak disungai yang dinamakan algae bloom tapi tidak sama dengan taxonomy bloom. Alga ini kalo siang berfotosintesa airnya banyak oksigen , sebaliknya kalo malam oksigen habis. Alga yang sudah mati membusuk bertumpuk-tumpuk dan mengakibatkan sungai menjadi anaerobik. Ikan - ikan dan hewan air gelagapan .. megap-megap seperti di cekik .. kekurangan oksigen, airnya menjadi bau amis, biasanya kalau ditambak diberi zeolit, atau sesudah dikuras sebelum diisi air ditaburi sedikit batu kapur , tapi kalau disungai siapa yang mengurus … belum lagi campur deterjen, limbah pabrik, sediment dari hutan yang gundul. Lengkap sudah penderitaan dunia mahluk air dan serangga di kota, belajar kupu tanpa kupu, belajar capung tanpa capung, belajar serangga tanpa bukti, semuanya omong doang tidak tautologous . Semua musnah karena algae bloom serta taxonomy bloom yang ga dianggap penting. Anak didik diberi kurikulum yang omong doang seperti padi yang diberi pupuk kimia yang semakin berat.