Nasib Alumni di Indonesia
22 Mei, 2008 oleh nemu
Kecuali dosen atau civitas academica maka hampir semua alumni sekolah tinggi di Indonesia ini pastilah putus hubungan dengan almamaternya. Semuanya tenggelam dalam pekerjaannya masing-masing, ada yang tambah sukses buanyak yang tercecer terpaksa bekerja diluar bidangnya. Lha ini khan mestinya di koordinir, tentunya tidak dibebankan pada alumni yang tercecer diluar kampus yang lebih sulit mengkoordinirnya. Kontak ini juga bukan dikoordinir Ikatan alumni yang punya AD/ART sendiri-sendiri. Hemat saya alumni didalam kampus adalah yang paling tepat mengkoordinir para alumnus. Pihak kampus yang paling tepat mengkoordinir ini. Salah satu cara koordinasi yang paling murah dan harus serta wajib adalah News Letter. Dan yang termurah pakai e-mail. Di sambut atau tidak oleh alumni …news letter terus dikirim. Siapa tahu banyak donatur .. yang mau membiayai riset tertentu yang dibutuhkan pasar. Seperti sekawanan kijang .. kalau tercecer diintip harimau Gaptek.
Jaman sekarang kalo ada Gaji dan duit lancar kerjaannya…
Mengurus Alumni??hemmm…
@ mubaraq
Mungkin kalo dimasukkan kegiatan ekskul UKM ( unit kegiaatan mahasiswa ) atau masuk UKM ” koran kampus , radio kampus , majalah kampus, bulletin kampus, dll” pasti menarik . Disamping latihan jurnalisme maka UKM yang ngurusi alumni punya informasi lebih soal lapangan/lowongan kerja dibandingkan UKM lainnya.
News letter pake prangko, e-mail bayar brandwidt, keknya waktu yg akan menjawab.
salam