Foto disamping ini adalah mangrove yang masih remaja. Kalau sudah besar dan menjadi hutan mangrove kemudian ditebangi dibuat tiang atau kaso dalam konstruksi rumah karena batangnya lurus dan dapat bertahan sampai 50 tahun , dibuat arang dan kayu bakar yang sebagian besar diekspor dengan negara tujuan Jepang dan Taiwan melalui Singapura menghasilkan panas yang tinggi dan awet. Kayu Mangrove jenis Rhizophoraceae sangat cocok untuk bahan baku chip dieksport. Tanin merupakan ekstrak kulit dari jenis-jenis digunakan untuk menyamak kulit pada industri sepatu, tas, bahan baku pembuatan lem untuk kayu lapis. Daun nipah dianyam menjadi atap rumah. Obat-obatan tradisional sebagai astrigent, untuk menghentikan pendarahan, antiseptik luka, untuk obat diabetes. Mangrove untuk perikanan karena 1 ha tambak ikan pada hutan mangrove alam akan menghasilkan ikan/udang sebayak kira kira 300 kg/tahun . Pertanian di sepanjang pantai butuh mangrove untuk pelindung dari hempasan angin, air pasang, dan badai. Budidaya lebah madu juga dapat dikembangkan di hutan mangrove, bunga dari Sonneratia sp. dapat menghasilkan madu dengan kualitas baik. Perlengkapan pembuatan garam. Pariwisata hutan mangrove dapat dikembangkan menjadi obyek wisata alam. Jadi budidayakan mangrove untuk pencegahan terhadap tsunami, abrasi, intrusi, pencemaran, dan penyebaran penyakit. Serta untuk peningkatan produktivitas ikan tangkapan serta penyerapan polutan perairan. Bagaimana kalau berkebun/bercocok tanam mangrove untuk pengentasan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja yang arif ??
Sudah saatnya pembinaan dan penyuluhan budidaya mangrove
10 Juni, 2008 oleh nemu

Wah…
Ternyata mangrove byk kegunaannya..br tau..
Padahal bsk dpt kegiatan penanaman mangrove..