17. Metateorem Awal

100. Jika \phi\quad adalah tautologus,maka \vdash\phi 

Semua pernyataan tautologous adalah benar secara logika, tapi tidak semua yang secara logika benar adalah tautologous  

101. \vdash\ulcorner(\alpha)(\phi\supset\psi)\supset\cdot(\alpha)\phi\supset(\alpha)\psi\urcorner 

102.  Jika \;\alpha\; tidak bebas dari  \phi, \quad\vdash\ulcorner\phi\supset(\alpha)\phi\urcorner 

\ulcorner\quad\quad\urcorner  adalah quasi quotation : yang artinya quasi adalah mempunyai sesuatu yang seperti ………….. , sedangkan quotation adalah suatu pangsa yang proporsionil, atau tugas untuk memproduksi, atau juga berarti proporsi yang tertinggi dalam suatu populasi. 

(\alpha)\phi artinya : segala sesuatu sedemikian rupa sehingga \phi  

103. Jika \phi seperti \phi‘ kecuali untuk menampung kejadian-kejadian bebas dari \alpha‘ dimana \phi mengandung kejadian-kejadian bebas dari \alpha, maka \vdash\ulcorner(\alpha)\phi\supset\phi\; \prime\urcorner 

104. Jika \ulcorner\phi\supset\psi\urcorner dan \phi adalah teorema – teorema , maka demikian juga \psi adalah teorema – teorema juga. Ada bukti dari penggunaan ‘ jika – maka ‘ dan dari tabel kebenaran dari ‘ \supset ‘ yang mengatakan bahwa  \psi benar jika \ulcorner\phi\supset\psi\urcorner benar dan \phi adalah benar. Premis premis \ulcorner\phi\supset\psi\urcorner dan \phi yang menghasilkan kesimpulan \psi disebut modus ponens.Axioma-axioma kuantifikasi bersama-sama membentuk totalitas dengan ponensial-ponensial dari axioma-axioma tersebut adalah THEOREMA. Theorema dapat dikarakteristikakan sebagai berikut :a. axioma-axioma dari kuantifikasi adalah teoremab. Jika \ulcorner\phi\supset\psi\urcorner dan \phi adalah theorema – theorema , maka demikian juga \psi adalah teorema – theorema juga. Uraian keadaan – keadaan umum dimana statemen-statemen ( pernyataan / proposisi) nya adalah teorema-teorema disebut METATHEOREMA 

101 s/d 104 adalah “Initial Metatheorems” (METATHEOREMA AWAL)

10 Responses to 17. Metateorem Awal

  1. Ping-balik: Khayalan Laboratorium « khayalan

  2. Ping-balik: khayalan

  3. herman mengatakan:

    *114 \vdash\ulcorner( \alpha_{1}) \cdot\cdot\cdot\cdot ( \alpha_{n})\phi\supset\phi      \urcorner\quad

  4. gita mengatakan:

    *117 \vdash\ulcorner \phi\supset \psi\urcorner\quad, dan tidak ada satupun dari \alpha_{1}, . . . ,\alpha_{n} adalah bebas dari \phi, maka \vdash\ulcorner \phi\supset (\alpha_{1}) . . . (\alpha_{n}) \psi\urcorner\quad

  5. gita mengatakan:

    *114 \vdash\ulcorner( \alpha_{1}) \cdot\cdot\cdot\cdot ( \alpha_{n})\phi\supset\phi      \urcorner\quad

  6. gita mengatakan:

    *121 Jika \psi\prime adalah seperti \psi kecuali untuk penampungan \phi\prime pada beberapa tempat dimana \psi menampung \phi, dan \alpha_{1} . . . , \alpha_{n} ( n \geqslant 0 ) mengeluarkan variabel-variabel yang berkaitan dengan kejadian-kejadian dari \phi dan \phi\prime yang diikat didalam \psi dan \psi\prime maka \vdash\ulcorner( \alpha_{1}) \cdot\cdot\cdot\cdot(\alpha_{n})(\phi\equiv\phi\prime)\supset.(\psi\equiv\psi\prime\urcorner\quad

  7. gita mengatakan:

    \dag189 x=\hat{y}(y \epsilon x)

  8. gita mengatakan:

    \dag190 x\epsilon y.\supset.x\epsilon \textrm{V}

  9. gita mengatakan:

    \dag192. x \tilde{\epsilon}\Lambda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: