Khayalan Wartawan Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas Kota/Kabupaten

Seperti kita ketahui di semua kota dan atau kabupaten pastilah banyak wartawan. Dan sulitlah kita menemukan wartawan yang tidak diperlengkapi dengan Hand Phone (HP). Sering kali wartawan ini hidup dikota atau kabupaten yang mempunyai ciri ciri lalu lintas yang macet di jam jam tertentu dan dilokasi lokasi tertentu . Walaupun macet dilokasi tertentu dampaknya bisa memacetkan lalu lintas seluruh jalan kota / kabupaten tersebut. Ada apa dengan wartawan dan HP ??.


Khayalan 1 : Lalu lintas ini bisa dikhayalkan seperti pengaturan traffic dalam dunia Hand Phone ( HP). Seperti kita ketahui bahwa sistem HP ada dua yaitu CDMA ( code division multiple access) dan TDMA ( time division multiple access ) . CDMA memakai sistem QPSK ( quantized phase shift keying ) sedang TDMA memakai FPSK ( frequency phase shift keying ). Mari kita mulai dengan bahan – bahan khayalan.


Khayalan 2 : Jika lalu lintas jalan raya seperti traffic pada HP, kecuali untuk menampung kejadian dijalan raya pada infrasturktur HP, jika segala sesuatu itu sedemikian sehingga HP bisa mengatur lalu lintas pembicaraan yang padat tanpa crash demikian pula lalu lintas jalan raya. Kita ambil sistim TDMA yang unsur unsurnya adalah , waktu, pembagian, akses, berlipat ganda, sedang unsur FPSK adalah frekwensi ( kepadatan arus), fase, pergantian/giliran dan antrean. Pertanyaannya apa unsur unsur lalu lintas yang seperti sistim HP ini .


Khayalan 3 : Ada unsur waktu yaitu pukul 06:30 – 08:00 pagi dimana beban puncak terjadi, umumnya tidak ada pembagian yaitu semua tumpleg bleg masuk jam 07:00 anak sekolah TK,SD,SMP,SMA masuk pk 07:00, PNS dan pegawai pemerintahan pun pk 07:00, bahkan kalangan swasta yang terimbas ini mengikuti ( warung, transportasi, komunikasi ) dll. akibatnya macet, akses kegiatan ini memakai jalan dengan V/C ratio sudah >1 yang itu itu saja, unsur berikutnya tidak ada akses berlipat ganda , jalannya tidak paralel atau berjalur ganda APBD tidak cukup. Dari unsur FPSK, frekwensi kemacetan hampir tiap hari, fase ada dua fase berangkat dan fase pulang semuanya macet, shifting tidak ada karena bersamaan jam 07:00 dan antrean hampir tidak ada. Jalanan macet.


Khayalan 4 : Ada sesuatu yang lain sehingga jalan tidak macet. Sesuatu itu bagian dari yang punya wewenang mengatur unsur-unsur itu. Dinas Perhubungan dan Polisi saja tidak cukup sebab tidak bisa mengatur waktu masuk anak sekolah dan kantor, harus lebih tinggi lagi. Kemudian otorita ini mengadakan konsolodasi misalkan Sisitim TDMA : TK dan SD masuk pkl 06:30. SMP dan SMU masuk pkl 07:00 kemudian PNS dan BUMD masuk pkl 07:30 ( jangan lupa Menpan nanti bisa sewot kalau jalan sendiri ), dan Swasta dihimbau masuk pkl 08:00 atau lebih . Waktu pulang kantor dan sekolah juga menyesuaikan pergeseran waktu ini. Kemudian ….. siapa yang bisa mengatur masyarakat ??? Lha ini peran wartawan.


Khayalan 5 : Wartawan membawa konsep ini dengan peran publikasi pelaksanaan pergeseran waktu. Membuat berita koran, radio, TV maupun brosur-brosur yang berisi pengumuman serta segala sesuatu tentang pelaksanaan perubahan sisitim lalu lintas ini. DPRD ya sekedar lapor karena anggaran yang dipakai anggaran rutin yaitu , anggaran rutin Biro Humas berupa Iklan Layanan Masyarakat untuk koran , tabloid, majalah dll, Berita Spot TVRI, Berita singkat Radio. semua ini khan butuh wartawan untuk editing, rubrikasinya dan tentu saja penyiarannya. Ya sudah ini saja. Biayanya murah dibandingkan pelebaran jalan, pembebasan lahan, waktu tenaga dan seterusnya dan rasional, masuk akal. dan sekian "Khayalan Wartawan Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas Kota/Kabupaten".

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: