Jika pasar tradisional seperti Kyung-dong Sijangi Korea

Baru saja nonton TV NHK-World . Ceritanya Pasar tradisional Sijang di Korea juga seperti di Indonesia . Disebelahnya dibangun pasar modern lantai 6 dengan barang dagangan lebih banyak, lebih beraneka ragam, lebih banyak supplier, lebih mewah, lebih bersih, dll. Tentu saja timbul persaingan tidak sehat dan pasar tradisional volume penjualannya menurun. Ini memang akibat dari 2 sumber kekuatan dari pasar yang monopolistik. Pertama secara alami pasar modern mempunyai skala ekonomi yang lebih besar, lingkup ekonomi yang lebih luas, serta bisa mengatur cost complementarities. Kedua secara ciptaan/kreasi pasar modern mereguk kekuatan pasar monoplistik dengan hak patent, rintangan yang legal seperti lisensi, kontrak kontrak yang mengikat, kontrak eksklusif, kolusi dan praktek praktek lainnya yang melegalkan pasar monopolistik.

Yang dilakukan pasar tradisional Sijang – Korea adalah dengan membuat website untuk pesanan siap antar dengan meniru kekuatan pasar monopolistik volume lebih besar dengan harga lebih murah, menganeka ragamkan barang dengan cara bundling ( economies of scope) juga cost complementarities , hasil akhirnya pasar tradisional dapat bersaing dengan pasar modern.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: