Aequo et bono

Berkali kali dia mengatakan apabila hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya atau aequo et bono. Dan sekarang putusan sudah dijatuhkan dan ada indikasi banding. Hal ini timbul karena asas audie et alteram partem kedua dua belah pihak sudah didengar oleh hakim. Karena masih ada keraguan nampaknya hakim memakai asas in dubio pro reo dalam keadaan yang meragukan, hakim harus mengambil keputusan yang menguntungkan terdakwa, dan kenyataannya sudah lebih rendah dari tuntutan. Mengenai banding juga berlaku asas ne bis in idem atau asas yang melarang seseorang untuk diadili dan dihukum untuk kedua kalinya bagi kejahatan yang sama. Yang di pertentangkan dan perlu juga diperhatikan adalah adanya de auditu testimonium de auditu atau keterangan saksi yang disampaikan di muka sidang pengadilan yang merupakan hasil pemikiran saja atau hasil rekaan yang diperoleh dari orang lain. Deliknya sudah jelas yaitu delik dolus delik yang memuat unsur-unsur kesengajaan. Masalahnya buktinya seperti yang dipolemikkan masih belum preponderance atau belum berbobot. Kalau asas asas ini dan yang lain lain di nexus kan apa jadinya ?, nanti kita ikuti babak berikutnya.

4 Responses to Aequo et bono

  1. poizon mengatakan:

    very good, thanks

  2. pelegrin mengatakan:

    interesting. thx

  3. berita terkini mengatakan:

    haaaaaaaaaaaa baru denger bahasa gituan,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: